Senin, 14 Desember 2015

Tugas ilmu budaya dasar

PENGARUH GLOBALISASI MEDIA TERHADAP BUDAYA DAN SENI INDONESIA 
Globalisasi merupakan suatu fenomena khusus dalam peradaban manusia yang bergerak terus menerus dalam masyarakat global dan merupakan bagian dari proses manusia global tersebut. Kehadiram teknologi informasi dan teknologi komunkasi mempercepat akselerasi proses globalisasi ini. Globalisasi menciptakan berbagai tantangan dan permasalahan baru dapat dipecahkan dalam upaya memanfaatkan globalisasi untuk kepentingan kehidupan. Sejak awal abad 21. Prokontra pun selalu mewarnai perjalanan globalisasi sebagai sebuah fenomena. Perubahan yang terjadi secara menyeluruh,dirasakan secara kolektif,dan mempengaruhi banyak orang (lintas wilayah,lintas Negara,lintas budaya) yang mempengaruhi gaya hidup dan lingkungan kita. Dunia memang selalu berubah dan globalisasi adalah dunia yang terhubung(conenected world) seolah tanpa ada batasnya atau sebagai global village,seperti istilah (McLuhan,1994). “Globalisasi pada hakikatnya telah membawa nuansa budaya dan nilai yang mempengaruhi selera dan gaya hidup masyarakat.” Melalui media yang sekarang terbuka dan terjangkau,masyarakat menerima berbagai informasi tentang peradaban baru yang dating dari seluruh penjuru dunia. Globalisasi memiliki banyak penafsiran dari berbagai sudut pandang. Sebagian orang menafsirkan globalisasi sebagai proses pengecilan dunia atau menjadikan dunia sebagai layaknya sebuah perkampungan kecil, atau yang lainnya menyebutkan globalisasi sebagai upaya penyatuan masyarakat dunia dari sisi gaya hidup,orientasi,dan budaya. Menurut (Barker 2004)” globalisasi merupakan koneksi global ekonomi,social,budaya,dan politik yang semakin mengarah ke berbagai arah di seluruh penjuru dunia dan masuk kedalam kesadaran manusia.” Dan menurut Robertson konsep globalisasi mengacu pada penyempitan dunia secara intensif dan peningkatan kesadaran manusia akan dunia,yang semakin meningkatnya koneksi global dan pemahaman manusia terhadap koneksi tersebut. 
PEMBAHASAN
GlobalisasiMedia                                                                                                                             
Melihat dari besarnya peran media massa dalam mempengaruhi pemikiran manusia,tentu perkembangan media massa di Indonesia pada masa akan datang yang tidak mungkin bisa terbendung lagi. Globalisasi media massa adalah proses yang terjadi secara natural. Globalisasi membuat perbedaan yang ada antar Negara dalam dimensi ruang,waktu dan kebudayaan yang semakin berkurang. Proses globalisasi sudah terjadi sejak masuknya agama Hindu,Budha,atau Islam ke Indonesia. Pada masa itu sekat-sekat yang membatasi wilayah dan kebudayaan Indonesia terbuka pada akhirnya. Terjadi kulturasi budaya dengan nilai-nilai yang ada pada agama tersebut. Akan tetapi, pada konteks globalisasi dalam dunia komunikasi,globalisasi bertumbuh seiring dengan perkembangan teknologi informasi dan teknologi komunikasi. Atau bisa disebut sebagai pesatnya pertumbuhan alat komunikasi membuat globalisasi semakin pesat. (Briggs dan Burke 2006)”Globalisasi merupakan kecenderungan masyarakat untuk menyatu dengan dunia,terutama di bidang ilmu pengetahuan,teknologi dan media komunikasi massa. Selain itu pada wilayah barat mengatakan bahwa globalisasi adalah suatu proses kehidupan yang serba luas,tidak terbatas dan merangkum segala aspek kehidupan,seperti politik,sosial, dan ekonomi yang dapat dinikmati oleh seluruh umat manusia di dunia. Mengingat bahwa dunia di tandai oleh kemajuan budaya, maka globalisasi juga sebagai proses yang di tandai sebagai suatu peristiwa yang terjadi di seluruh dunia. Lintas budaya yang sekaligus mewujudkn poses saling memengaruhi antar budaya. Pertemuan anatar budaya itu tidak selalu berlangsung sebagai proses dua arah yang berimbang,tetapi dapat juga sebagai proses dominasi budaya yang satu terhadap lainnya. Seperti pengaruh budaya barat lebih kuat terhadap budaya timur. 
Budaya berasal dari bahasa sansekerta yaitu buddhayah yang mempunyai arti bahwa segala sesuatu yang ada hubungannya dengan akal dan budi manusia. Dalam bahasa inggris kebudayaan disebut culture,yang berasal dari kata Latin colere artinya mengolah atau mengerjakan bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Secara harifah, budaya adalah cara hidup yang dimiliki sekelompok masyarakat yang diwariskan secara turun temurun kepada generasi berikutnya. Adapun perbedaan antar agama,suku,politik,pakaian,lagu,bahasa,bangunan,maupun karya seni itu akan membuat terbentuknya suatu budaya. Menurut Soelaiman soemardi dan Selo soemardjan bahawa suatu kebudayaan merupakan buah atau hasil karya cipta dan rasa masyarakat. Suatu kebudayaan memang mempunyai hubungan yang amat erat dengan perkembangan yang ada di masyarakat. Seorang arkeolog R.soekmono mengatakan bahwa budaya itu hasil kerja atau usaha manusi yang  berupa benda maupun  hasil buah pemikiran manusia dimasa hidupnya. Budaya yang ada di Indonesia sangat berpengaruh pada perkembangan zaman dari masa kemasa dan berubahnya kondisi alam yang ada di Indonesia,sesuai dengan apa yang di paparkan oleh Ki Hajar Dewantara bahwa budaya adalah hasil perjuangan masyarakat terhadap alam dan zaman yang membuktikan kemakmuran dan kejayaan hidup masyarakat dalam menyikapi atau menghadapi kesulitan dan rintangan untuk mencapai kemakmuran keselamatan dan kebahagiaan dihidupnya.
Globalisasi dan Budaya.                                                                                                          
Masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang majemuk dalam berbagai hal,seperti keanekaragaman budaya,lingkungan alam,dan wilayah geografisnya. Keanekaragaman masyarakat Indonesia ini dapat di cerminkan juga dalam berbagai eksprsi kesenian. Dan berbagai kelompok masyarakat di indonesiabisa dan mampu mengembangkan keseniannya yang sangat khas. Kesenian yang dikembangkan itu menjadi model-model pengetahuan dalam masyrakat. Salah satu aspek yang terpengaruh adalah kebudayaan. Terkait dengan kebudayaan,kebudayaan dapat diartikan sebagai nilai-nilai(values). Kebudayaan dapat di definisikan sebagai wujud yang mencakup gagasan atau ide,kelakuan dan hasil kelakuan (Koentjaraningrat:2002),hal-hal tersebut terwujud dalam kesenian tradisional kita. Sebagai salah satu hasil pemikiran dan penemuan seseorang adalah kesenian, yang merupakan subsistem dari kebudayaan. Bagi bangsa Indonesia aspek kebudayaan itu salah satu kekuatan bangsa yang memiliki kekayaan nilai yang beragam termasuk keseniannya. Kesenian rakyat adalah salah satu bagan dari kebudayaan bangsa Indonesia yang tidak luput dari pengaruh globalisasi. Dengan adanya globalisasi dalam kebudayaan, maka tidak bisa dielakan lagi perkembangan budaya yang semakin cepat. Globalisasi telah menimbulkan percepatan dan kemudahan dalam memperoleh akses berkomunikasi dan mendapatkan informasi apapun. Tanpa disadari semua ini justru menjadi boomerang dan menjadi suatu masalah yang paling parah dalam globalisasi. Kenyataannya bahwa memang benar hingga saat ini perkembangan ilmu pengetahuan lebih didominasi oleh Negara-negara maju dan bukan Negara-negara berkembang seperti Negara Indonesia. Negara-negara maju lebih memiliki dan mampu menggerakkan komunikasi internasional. Akibatnya Negara-negara berkembang seperti Indonesia mengalami kekhawatiran yang besar dengan adanya arus globalisasi dalam berbgai bidang seperti ekonomi,social,politik,budaya, termasuk kesenian kita. Bukan sekedar itu saja, kemajuan teknologi informasi pada masa sekarang ini telah cepat merubah kebudayaan Indonesia menjadi kian merosot. Sehingga menimbulkan berbagai opini yang tidak jelas, yang nantinya akan melahirkan sebuah kebingungan ditengah-tengah berbagai perubahan yang berlangsung. Proses komunikasi dan transportasi internasional telah menghilangkan batas-batas budaya setiap bangsa. Kebudayaan setiap bangsa cenderung mengarah kepada globalisasi dan menjadi peradaban dunia sehingga melibatkan manusia secara menyeluruh. Proses yang saling mempengaruhi adalah gejala yang wajar dalam interaksi antar masyarakat. Melalui interaksi dengan berbagai masyarakat lain,bangsa Indonesia ataupun kelompok-kelompok masyarakat yang mendiami Indonesia telah mengalami proses dipengaruhi dalam mempengaruhi. Kemampuan untuk berubah adalah sifat yang penting dalam kebudayaan manusia. Tanpa itu kebudayaan tidak mampu menyesuaikan diri dengan keadaan yang senantiasa berubah dan pada hakekatnya bangsa Indonesia dan bangsa-bangsa lain,berkembang dengan adanya pengaruh-pengaruh dari Negara luar.
Penyebaran Budaya Dunia                                                                                                        
Globalisasi merupakan sebuah gejala tersebarnya nilai-nilai dan budaya terbentuk ke seluruh dunia. Cikal bakal dari persebaran budaya dunia ini dapat di telusuri dari perjalanan para penjelajah Eropa Barat ke berbagai tem pat di dunia ini (Lucian W.Pye,1966)dengan berkembangnya teknologi komunikasi, maka kontak budaya tidak lagi perlu melalui kontak fisik secara langsung. Hal ini karena kontak melalui media sangat memungkinkan. Karena kontak ini bersifat fisik dan individual. (Josep Klapper,1990) dalam prosesnya banyak warga masyarakat yang terlibat dalam proses komunikasi global tersebut,dan dalam waktu yang bersamaan hal ini berarti banayak pula masyarakat yang menjadi di exposed terhadap informasi, dan terkena dampak komunikasi tersebut. Sangat tidak menghernkan bila arus globalisasi berlangsung dengan cepat dan bersifat missal,sejalan dengar perkembangan teknologi komunikasi modern. Keunggulan media massa, baik cetak maupun elektronik, adalah bahwa media tersebut mampu menampilkan gambar-gambar secara jelas dan terinci kepada para pemakainya. Sikap yang dapat muncul dari sini adalah sikap yang memandang secara kritis apa yang mereka miliki dan bagaimana mengimbanginya dengan nilai-nilai budaya local,termasuk sikap kritis dari bangsa Indonesia sendri terhadap apa yang sudah di miliki. Terkait dengan globalisasi,mitos yang hidup selama ini tentang globalisasi adalah bahwa proses globalisasi akan membua dunia seragam.   Proses globalisasi akan menghapus identitas dan jati diri. Kebudayaan local atau etnis akan ditelan oleh kekuatan budaya besar atau kekuatan budaya global.Anggapan atau jalan pikiran di atas tersebut tidak sepenuhnya benar. Kemajuan teknologi komunikasi memang telah membuat batas-batas dan jarak menjadi hilang dan tak berguna. Degan kata lain kita harus berkonsentrasi kepada hal-hal yang bersifat etnis, yang hanya dimiliki oleh kelompok atau masyarakat itu sendri sebagai modal pengembangan ke dunia internasional.seperti yang di kemukakan Naisbitt di atas dapat di letakkan dan di posisikan pada masalah-masalah kesenian di Indonesia sebagai kekuatan yang penting dalam era globalisasi ini.
Kondisi Kesenian dan Kebudayaan di Era Globalisasi                                                        
Arus globalisasi telah  membawa perubahan budaya terjadi di dalam masyarakat tradisional yaitu peruabahan dari masyarakat tertutup menjadi masyarakat yang lebih terbuka. Perkembangan 3T (Transpotasi,Telekomunikasi,Teknologi) Ilmu pengetahuan dan teknologi telah mengubah dunia secara mendasar. Komunikasi dan sarana transportasi internasional telah menghilangkan batas-batas budaya setiap bangsa contoh nya kita bisa setiap hari menyimak tayangan film di televisi yang bermuara dari Negara-negara maju seperti Amerika serikat,Jepang,Korea. Sedangkan kesenian-kesenian popular lain yang tersaji melalui kaset,vcd,dan dvd yang berasal dari manca Negara pun semakin marak kehadirannya di kehidupan kita. Sudah tampak jelas sebagai bukti betapa Negara-negara penguasa teknologi berhasil memegang kendali dalam globalisasi budaya. Kondisi ini semakin membuat tersisihnya kesenian tradisional Indonesia dari kehidupan masyarakat Indonesia sendiri. Budaya Indonesia yang dulunya ramah-tamah,gotong royong dan sopan, sekarang berganti dengan budaya barat. Seperti kita sering dengar anak muda menggunakan bahasa Indonesia dengan di campur-campur bahasa inggris seperti “okay,no problem, dan yes. Kata-kata ini di sebarkan melalui media televise dalam film-film, iklan dan sinetron bersamaan dengan di sebarnya gaya hidup dan fashion, gaya berpakaian remaja Indonesia yang dulunya menjujung tinggi norma kesopanan kini telah berubah mengikuti perkembangan jaman. Budaya perpakaian minim ini di anut dari film-film dan majalah-majalah luar negri yang di transformasikan kedalam sinetron-sinetron Indonesia. Derasnya arus informasi yang juga di tandai dengan hadirnya internet,dan masuknya budaya bara dalam kemasan ilmu dan teknologi diterima dengan baik,pada sisi inilah globalisasi telah merasuki berbagai system nilai social dan budaya timur(termasuk Indonesia). .        

Tindakan Yang Mendorong Timbulnya Globalisasi Kebudayaan Dan Cara Mengantisipasi Adanya Globalisasi Kebudayaan                                                                                                                        
Ciri-ciri berkembangnya globalisasi kebudayaan 
  1. Berkembangnya pertukaran kebudayaan internasional.
  2. Penyebaran prinsip multi kebudayaan dan kkemudahan akses suatu individu terhadap kebudayaan lain di luar kebudayaannya.
  3. Berkembangnya turisme dan pariwisata
  4. Semakin banyaknya imigrasi dari suatu negara ke negara lain.
  5. Berkembangnya mode yang berskala global seperti pakaian,film.
  6. Bertambah banyaknya event-event berskala global.
  7. Persaiang bebas dalam bidang ekonomi.

Peran kebijaksanaan pemerintah yang lebih mengarah kepada pertimbangan-pertimbangan ekonomi daripada cultural atau budaya dapat dikatakan merugikan suatu perkembangan kebudayaan.Jennifer Lindsay (1995) dalam bukunya yang berjudul ‘Cultural Policy And The Performing Arts In South-East Asia’, mengungkapkan kebijakan kultural di Asia Tenggara saat ini secara efektif mengubah dan merusak seni-seni pertunjukan tradisional, baik melalui campur tangan, penanganan yang berlebihan, kebijakan-kebijakan tanpa arah, dan tidak ada perhatian yang diberikan pemerintah kepada kebijakan kultural atau konteks cultural. Kesenian rakyat semakin lama tidak dapat mempunyai ruang yang cukup memadai untuk perkembangan secara alami atau natural, karena itu, secara tidak langsung kesenian rakyat akhirnya menjadi sangat tergantung oleh model-model pembangunan yang cenderung lebih modern dan rasional.Sebagai contoh dari permasalahan ini dapat kita lihat, misalnya kesenian asli daerah Betawi yaitu, tari cokek, tari lenong, dan sebagainya sudah diatur dan disesuaikan oleh aparat pemerintah untuk memenuhi tuntutan dan tujuan kebijakan-kebijakan politik pemerintah.Aparat pemerintah di sini turut mengatur secara normatif, sehingga kesenian Betawi tersebut tidak lagi terlihat keasliannya dan cenderung dapat membosankan.Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak dikehendaki terhadap keaslian dan perkembangan yang murni bagi kesenian rakyat tersebut, maka pemerintah perlu mengembalikan fungsi pemerintah sebagai pelindung dan pengayom kesenian-kesenian tradisional tanpa harus turut campur dalam proses estetikanya. Oleh karena itu pemerintah harus ‘melakoni’ dengan benar-benar peranannya sebagai pengayom yang melindungi keaslian dan perkembangan secara estetis kesenian rakyat tersebut tanpa harus merubah dan menyesuaikan dengan kebijakan-kebijakan politik.Globalisasi informasi dan budaya yang terjadi menjelang millenium baru seperti saat ini adalah sesuatu yang tak dapat dielakkan.Kita harus beradaptasi dengannya karena banyak manfaat yang bisa diperoleh.Harus diakui bahwa teknologi komunikasi sebagai salah produk dari modernisasi bermanfaat besar bagi terciptanya dialog dan demokratisasi budaya secara masal dan merata.Globalisasi mempunyai dampak yang besar terhadap budaya.Kontak budaya melalui media masa menyadarkan dan memberikan informasi tentang keberadaan nilai-nilai budaya lain yang berbeda dari yang dimiliki dan dikenal selama ini.Kontak budaya ini memberikan masukan yang penting bagi perubahan-perubahan dan pengembangan-pengembangan nilai-nilai dan persepsi dikalangan masyarakat yang terlibat dalam proses ini.Kesenian bangsa Indonesia yang memiliki kekuatan etnis dari berbagai macam daerah juga tidak dapat lepas dari pengaruh kontak budaya ini.Sehingga untuk melakukan penyesuaian-penyesuaian terhadap perubahan-perubahan diperlukan pengembangan-pengembangan yang bersifat global namun tetap bercirikan kekuatan lokal atau etnis.Globalisasi budaya yang begitu pesat harus diantisipasi dengan memperkuat identitas kebudayaan nasional. Untuk menghadapi hal-hal tersebut di atas ada beberapa alternatif untuk mengatasinya,yaitu meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM ) bagi para seniman rakyat.Selain itu, mengembalikan peran aparat pemerintah sebagai pengayom dan pelindung, dan bukan sebaliknya justru menghancurkannya demi kekuasaan dan pembangunan yang berorientasi pada dana-dana proyek atau dana-dana untuk pembangunan dalam bidang ekonomi saja.

Dampak positif globalisasi dalam segi social dan budaya di Indonesia
Proses globalisasi memberikan banyak dampak positif yaitu.
  1. Nilai social dan budaya Indonesia dapat di perkenalkan kepada dunia internasional,yang akan menambah devisa Negara dan menguntungkan Indonesia
  2. Indonesia dapat mengikuti kunjungan social dan budaya dari Negara lain,sehingga kita bisa menyerap nilai budaya yang baik untuk dikembangkan di Indonesia tanpa merubah jati diri bangsa Indonesia.

Dampak negative globalisasi dalam segi sisial dan budaya di Indonesia                                         
Banyak dampak negative dari proses globalisasi yaitu.
  1. Ada pertukaran budaya atau pengakuan budaya Indonesia oleh Negara lain 
  2. Bangsa Indonesia lebih mengabdosi nilai-nilai yang dianut bangsa barat. Mengakibatkan bangsa Indonesia kehilangan jati dirinya karena budaya barat tidak sesuai dengan ideologi Negara Indonesia yaitu pancasial 
  3. Terjadi alkulturasi kebudayaan antara budaya barat dan budaya timur.

Solusi alternative
Seseorang yang terkenal dengan teori hemoginnya yaitu (Gramsci dalam bocock:2007) mengatakan” bahwa untuk melepaskan diri dari cengkraman budaya asing,diperlukan partisipasi ke ikut sertaan para intelektualyang harus menyadarkan masyarakat,terutama generasi muda,bukan kaum intelektual tradisional yang justru lebih melegitimasikan budaya-budaya asing tersebut.  

Kesimpulan
Pengaruh globalisasi di satu sisi ternyata menimbulkan pengaruh yang negative bagi kebudayaannya bangsa Indonesia. Norma-norma yang terkandung dalam kebudayaan bangsa Indonesia perlahan-lahan mulai pudar, dalam buku “Eastern Religion and Western Though” dinyatakan untuk pertamakalinya dalam sejarah umat manusia, kesdaranakan kesatuan dunia telah menghentakkan kita,entah suka atau tidak timur dan barat telah menyatu dan tidak pernah terpisah lagi, artinya adalah bahwa antara barat dan timur tidak ada lagi perbedaanya. (Radhakrisnan:1924) media massa merupakan sarana yang dapat di manfaatkan untuk membantu masyarakat dalam menghadapi arus global,media massa dapat mempengaruhi pemikiran dan tingkahlaku masyarakat menuju kearah yang lebih baik ataupun lebih buruk. Maka dari itu globalisasi tidak akan berkembang denagn pesat tanpa peranan media massa. Oleh karna itu perlu di pertahankan aspek social budaya Indonesia sebagai identitas bangsa. Caranya adalah dengan menyarin budaya yang masuk ke Indonesia dan pelastarian buadaya bangsa.

Daftar pusraka

https://www.academia.edu/9872387/dampak globalisasi media terhadap senidan budaya Indonesia
Adeney, Bernard T. 1995. Etika Sosial Lintas Budaya. Yogyakarta: Kanisius.

Djoko Damono, Sapardi. 1997. Kebudayaan Massa dalam Kebudayaan Indonesia: Sebuah Catatan Kecil dalam Ecstasy Gaya Hidup: Kebudayaan Pop dalam Masyarakat Komoditas Indonesia. Jakarta : Mizan.

DR. Mubarak, Achmad, MA. 2004. Nasionalis Religius Jati Diri Bangsa Indonesia. Jatiwaringin: PT.Bina Rena Pariwara

Koenjaraningrat. 1990. Kebudayaan Mentalitas dan Pembangunan. Jakarta: Gramedia.

Kuntowijoyo. 1997. Budaya Elite dan Budaya Massa dalam Ecstasy Gaya Hidup: Kebudayaan Pop dalam Masyarakat Komoditas Indonesia. Jakarta : Mizan.
Sri Wahyuni, Niniek. Dkk. 2007. Manusia dan Masyarakat. Jakarta: Ganeca Exact.
Perancois Chaubet.2015. Globalisasi Budaya.
Susanto Astrid S.1976.Berbagai Pengaruh Kemajuan Terhadap Teknologi Komunikasi.








Tidak ada komentar:

Posting Komentar