Iron
Jawed Angels adalah sebuah cerita yang berdasarkan dari para pegiat perempuan
yaitu Alice Paul dan Lucy Burns, film pada tahun 2009. Film ini diawali dengan
pertemuan Alice paul,Lucy Burn dengan Anna Howard Showel yang menjabat sebagai
ketua National American Woman Suffarace
Assosiation /NAWSA (Asosiasi Emansipasi Wanita) Alice dan Lucy berkeinginan
untuk mendapatkan keinginan NAWSA dalam mengamandemen Undang-Undang mengenai
hak pilih perempuan yang beranggapan mengenai ketidakpantasan kaum wanita yang
menjunjung tinggi dalam politik,hamper terjadi di seluruh Negara bagian Amerika
serikat pada saat itu. Hanya ada 9 negara bagian di Amerika Serikat yang telah
memberikan hak politik bagi wanita untuk berpartisipasi dalm pemilu, pemberian
hak politik bagi wanita di 9 negara bagian ini sudah berproses selama 64 tahun.
Tujuan Alice Paul sangat jelas untuk pemberian hak politik kepada wanita Amerika
agar ikut berpartisipasi dalam pemilu, tidak tahu apakah hak politik itu akan
dipergunakan oleh wanita untuk tujuan tertentu. Tetapi yang pasti mereka harus
mendapatkan hak tersebut karena meraka adalah warganegara yang mempunyai hak
yang samasama antara pria dan wanita. Hak pilih yang dimiliki oleh seseorang
akan memberikan akses untuk berpartisipasi dalam menentukan kebijakan
pemerintah. Harus disadari bahwa suara yang di berikan pemilih,akan memunculkan
seseorang yang berkuasa yang akan menentukan masadepan mereka. Alice dan Lucy
melakukan perekrutan simpatisan untuk ikut bersama mereka melakukan aksi.
Target mereka yang pertama adalah kelompok buruh perempuan. Pada awalnya
kelompok perempuan melawan terhadap mereka. Namun kampanye Alice akhirnya
menyadarkan mereka, Alice berkata: “kaum penguasa adalah pemilik suara, dan suara
itulah hak pilih. Jika kamu tidak mempunyai hak pilih maka, tidak ada yang akan
mendengarkan kamu.” Pemilihan strategi, waktu dan tempat yang tepat untuk
melakukan hal ini dipikirkan secara matang oleh Alice untuk menarik perhatian
media. Pada saat Alice sedang melakukan strategi, Alice bertemu dengan Inez
Mulholland seorang pengacara buruh,dan mengajaknya untuk bergabung dan bersedia
menjadi sosok utama. Strategi yang pertama adalah pelaksaan pawai yang
bertepatan dengan pelantikan presiden Woodrow Wilson. Yang berpakaian ala
dewi-dewi yunani, strategi ini berhasil menarik massa lebih banyak dibandingan
dengan pelantikan presiden AS itu. Strategi yang kedua dengan berdemo di depan
Gedung Putih Spanduk yang digunakan dalam berdemo yang bertulisan pidato-pidato
yang dahulu pernah diucapkan oleh presiden-presiden AS sebelum masa presiden
Woodrow Wilson.
Usaha ini berhasil menarik perhatian media dan masyarakat, demo
ini tidak bertentangan dengan hukum karena dilakukan secara damai dan spanduk
berisi kalimat-kalimat dari penggalan pidato para pemimpin AS. Dan aksi ini
telah mengundang perhatian media dan pemberitaan terhadap aksi yang berpengaruh
terhadap pencitraan AS di luar negri. Dimana AS adalah Negara yang mencitrakan
dirinya sebagai Negara demokratis, dan pada saat penangkapan Alice yang dilakukan
atas nama kepentingan AS. Selama di penjara wanita ini mendapatkan perlakuan
yang sangat buruk. Mereka melakukan aksi mogok makan untuk mendukung perjuangan
mereka, tetapi pihak penjara melakukan pemaksaan makan dengan cara memasukkan
adonan susu dan telur mentah melalui selang kedalam mulutnya. Perlakuan buruk
itu akhirnya bocor ke media dan memperoleh tanggapan luas di masyarakat.Tetapi
penangkapan ini justru semakin memperkuat posisi Alice dan meningkatkan isu perempuan
dalam berpolitik di publik .Tekanan rakyat membuat Alice dapat keluar dari
penjara dan akhirnya presiden Woodrow Wilson untuk berpidato mengenai hak
wanita dan memberikan dukungan dengan mengatakan bahwa penahanan tersebut tidak
sesuai Undang-undang di depan
masyarakat. Tanggal 26 Agustus 1920, Amandemen ke-19 Konstitusi Amerika, resmi
menjadi UU sehingga wanita Amerika secara resmi mendapatkan hak suara yang sama
dengan pria dalam pemilu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar