Desain bukan lagi suatu bahasan yang asing bagi kita saat ini.
Meski demikian, memahami bidang ini secara komprehensif memerlukan referensi
sekaligus pengalaman pada realita yang berlangsung. Menempatkan defenisi secara
literasi pada pembahasan tentang keilmuan ini pada dasarnya cukup mudah. Hal
ini disebabkan Desain sendiri merupakan keilmuan yang implementatif bahkan
dapat berupa output dari spontanitas.
Defenisi Desain Secara Umum
Terutama dalam diksi Indonesia, Desain tidak dapat diberikan
hanya satu pengertian karna tersemat output dan penggunaan yang berbeda. Disatu
sisi dapat didefenisikan sebagai subjek, sebuah kegiatan. Dalam pengertian ini
desain merupakan sebuah proses atau bagian dari sebuah mekanisme sistem yang
disepakati bersama. Sedangkan disisi yang lain keilmuan ini dapat pula berarti
objek atau output, baik secara fisik, konseptual atau digital.
Desain Sebagai Subjek
Dalam rangkaian panjang sebuah proses, desain
seringkali ditempatkan pada bagian hulu. Desain dalam hal ini bersifat sebagai
perencanaan dalam pembuatan sebuah objek, sistem, komponen atau struktur.
Sebagai proses bidang ini bisa ditempatkan setelah riset. Penelitian-penelitian
pendahuluan tentang pasar, semantika, semiotika dan sebagainya memberikan
masukan pada desainer untuk menghasilkan rancangan yang sesuai. Setelah
rancangan diselesaikan tahap selanjutnya dapat berupa proses uji coba maupun
tahap produksi setelah sirkulasi antara uji coba dan redesign atau perancangan
ulang dilakukan.
Didalam lingkungan yang selalu berubah dan
bisnis yang optimal, bidang ini sangat dinamis. Sebuah karakteristik rancangan
yang dipertahankan oleh industri tetap bertahan sedangkan komponen yang lain
dalam ruang lingkupnya diubah seiring perkembangan zaman. Sebagai contoh di
industri otomotif hampir semua brand menetapkan karakteristik visualnya
masing-masing. Karakter ini juga diterapkan pada sub-brand nya mereka. Namun
demikian dari waktu ke waktu rancangan produk mereka turut berubah karena
lingkungan yang dinamis. Misalnya brand motor Honda yang memiliki lini produk
Honda CB dapat kita lihat bahwa dari rancangan Honda CB awal hingga saat ini
banyak perubahan, namun dapatkah anda lihat bahwa modifikasi pada proses
redesign dari waktu kewaktu tidak menghilangkan beberapa karakteristiknya? Hal
ini disebut sebagi life cycle of design.
Desain Sebagai Objek
Dalam pengertian ini secara gamblang kelimuan
ini dapat diartikan sebagai hasil atau output yang kemudian bagi para desainer
diklaim sebagai karya. Seseorang dapat menunjuk sebuah objek fisik sebagai
sebuah design. Misalnya : Gedung tersebut adalah desain dari
arsitek ternama Bapak Budi. Namun bukan hanya objek yang dapat dirupakan
sebagai objek dari keilmuan ini, solusi dari permasalahan hasil riset misalnya dapat
dikatakan sebagai desain meskipun dia berbentuk konsep sebuah sistem. Misalnya
saudara Emir membuat sistem keamanan sebuah pemerintahan yang sulit ditembus
oleh para penyusup, sistem ini merupakan desain dari saudara Emir.
Hasil atau objek bidang ini dapat berasal dari
proses yang singkat bahkan output verbal. Misalnya saya ingin membuat cake
dengan topping blueberry saos kecap yang ditaburi merica ketika ditanya oleh
ibunya. Cake dari perencanaan tanpa riset dan proses menemukan bentuk yang
panjang ini dapat dikatakan sebagai Cake desain saya. Bahkan terminologi desain
juga dapat disematkan pada objek yang dibuat secara spontan, misalnya seseorang
ingin membuat pisau dengan cara tradisional kemudian dari bayangan awal terjadi
distorsi menjadi pedang, objek atau output ini masih dapat dilabeli sebagai
desain sang perajin. Dengan demikian secara singkat kelimuan ini sebagai subjek
dapat diartikan sebagai rencana dan atau proses, sedangkan sebagai objek desain
diartikan sebagai hasil atau output.
Desainer atau Perancang
Secara umum siapapun dapat diberikan label
sebagai desainer atau perancang atas apa yang dihasilkannya. Namun demikian
karena ketetapan yang disepakati bersama menentukan bahwa profesi desainer
merupakan profesi yang kini ditempatkan pada bidang kreatif maka hanya beberapa
profesi yang mendapat julukan tersebut. Meskipun hasil karya dari beberapa
bidang keilmuan lain juga kerap diliterasikan sebagai desain.
Di Indonesia jauh sebelum profesi desain yang
lain dikenal, desainer kerap kali hanya diasosiasikan pada perancang mode yang
disebut sebagai Desainer Fashion. Kemudian menyusul desainer grafis, interior
dan produk. Penetapan kategori pada desainer ini terjadi pada pengertian
keilmuan ini sebagai output sesuasi dengan klasifikasinya.
Dalam bidang keilmuan desain dengan imbuhan
“me” dilekatkan pada proses. Sedangkan desain tanpa imbuhan apapun diartikan
sebagai hasil. Metoda-metoda yang telah dilakukan dari waktu ke waktu, terapan
pada industri maupun anggapan proses yang benar disusun oleh akademisi menjadi
kurikulum. Meskipun demikian berbagai tahapan yang ideal tersebut akhirnya
menyesuaikan terhadapat kondisi faktual dilapangan atau sistem operasi yang
berlangsung disebuah perusahaan. Sehingga metoda-metoda tersebut kini lebih
fleksibel menjadi subjek-subjek yang kemudian dapat dipilih sendiri.
Sistem akademis yang berkembang terutama di
Indonesia menitik beratkan pendidikan desain pada eksekusi estetika. Meskipun
realitanya beberapa bidang keilmuan harus memastikan desainnya secara teknis
dapat diproduksi dan dapat dijual. Sehingga komunikasi antara desainer dengan
tukang, teknisi, pemilihan material, market yang ingin dituju hingga pemasaran
yang akan digunakan dalam kenyataannya menjadi fenomena baru bagi fresh
graduate.
Kategori Desain
Saya meyakini bahwa kini semakin sulit mencari
rancangan yang benar-benar baru. Produk-produk yang dihasilkan saat ini lebih
banyak menitik beratkan baik pada modifikasi maupun mengkombinasikan beberapa
komponen menjadi solusi. Baik sebagai subjek maupun objek, desain dapat digeneralisir
menjadi beberapa kategori umum. Kategori ini adalah penyematan sifat dari
proses maupun output yang dihasilkan desainer
1.
Inovatif. Karya yang benar-benar inovatif kini semakin sulit ditemukan
dan kategori desain yang inovatif saat inipun memiliki defenisi yang berbeda
dari zaman dahulu. Karya inovatif kerap di sematkan oleh marketing pada
produk-produk umum yang menambahkan satu atau dua fitur saja. Misalnya mobil
pertama yang menggunakan kamera belakang untuk mundur atau yang ditambahkan
GPS. Saat ini inovasi-inovasi kreatif ditemukan pada produk yang memberikan
solusi lebih besar bukan parsial.
2.
Modifikasi. Kategori modifikasi pada saat ini mendominasi
pasar yang ada dunia. Salah satu penyebabnya adalah secara umum masyarakat
membutuhkan waktu pada trasnformasi yang ekstrim sehingga industri mengupayakan
penyesuaian dan perubahan secara bertahap.
3.
Plagiasi. Plagiasi merupakan tindakan terburuk dalam mendesain. Plagiasi
merupakan kegiatan meniru produk orang lain hampir 100%.
4.
Kombinasi. Kategori ini merupakan kegiatan umum kedua
setelah modifikasi terutama dikalangan industri. Misalnya mengabungkan mobil
dan kapal menjadi kapal ampibhi.
Tidak dapat dipungkiri, desain merupakan salah
satu bidang keilmuan yang akrab dengan kita. Karena outputnya kita lihat,
gunakan bahkan jadi barang berharga bagi kita. Dalam kondisi masyarakat yang
semakin dinamis, bidang ini dituntut mampu berubah dalam waktu singkat dan
tidak sedikit yang menyediakan platform untuk kostumisasi bagi pasar yang umum
sehingga banyak bermunculan platform-platform yang menyediakan sebuat rancangan
yang default disertai dengan fitur-fitur untuk merubahnya bagi konsumen.
Sumber : Wikipedia, Merriam-Webster, Dictionary, Cambridge
Dictionary
Tidak ada komentar:
Posting Komentar